TariTopeng Betawi bersifat teatrikal, dengan cerita kehidupan masyarakat yang ditampilkan dalam gerakan dan lakon yang mengandung pesan moral. Tarian ini awalnya dipentaskan keliling sebagai hiburan dalam acara pesta seperti khitanan atau pernikahan karena dipercaya bisa menjauhkan dari marabahaya. Nah otomatis mereka membawa serta budaya mereka, termasuk makanan khas mereka. Jadilah tertukar-tukar dan menyerupai wisata kulinernya. 4. Kue talam. 5. Gado-gado. 6. Soto Betawi. Info gak penting dariku: saya sendiri mengganti santan dengan susu kedelai; atas pertimbangan untuk mencegah kolesterol. Tarirenggong manis termasuk salah satu tarian tradisional yang berasal dari perpaduan berbagai budaya, yakni : Ada dua desain dramatik yaitu kerucut tunggal dan kerucut ganda. √ 12 Gambar + Nama Tarian Betawi dan Penjelasannya Tarian ini biasa ditampilkan oleh para penari wanita yang berkelompok. Tari cente manis dari betawi. Untuk menambah daya pikat pertunjukan Gambang kromong merupakan kesenian musik yang berasal dari Betawi. Biasanya gambang kromong dimainkan saat mengiringi pertunjukan lenong serta tari cokek. Adapun contoh dari lagu sayur adalah kicir-kicir, jali-jali, kramat karem, ondel-ondel, gelatik ngunguk, surilang, cente manis, sayur asem dan juga sayur lodeh. Macam Macam PourtĂ©lĂ©charger le mp3 de Tari Cente Manis, il suffit de suivre Tari Cente Manis mp3 If youre looking to download MP3 tracks for free, there are several things you need to keep in mind. First, ensure that the app youre using is free, and that it is compatible with the platform youre using. So that you can keep the files where youd like. If its not clear which to pick, follow our short guide TariCokek adalah salah satu tari tradisional Betawi yang sudah ditarikan sejak awal abad ke-20. Kata Cokek artinya artis atau penyanyi yang sering juga dipanggil dengan sebutan anak wayang. Untuk menambah daya pikat pertunjukan Cokek, maka mulailah ada upaya ibing (joged). . Jakarta - Tarian Betawi jadi salah satu peninggalan budaya yang wajib dilestarikan. Ada banyak jenis tarian Betawi yang perlu kamu tahu. Mulai dari tari ondel-ondel hingga tradisional bisa dikatakan sebagai bagian dari identitas bangsa. Namun adanya budaya asing yang masuk bisa membuat tarian ini semakin Betawi sangat erat dengan alunan irama musik tradisional. Sehingga jika tarian ini ditinggalkan tentu seni musik Betawi juga lambat laun akan terlupakan juga. Berikut ini beberapa jenis tarian Betawi apa saja yang perlu kamu ketahui1. Tari Topeng BetawiTari Topeng Betawi merupakan seni hasil gabungan dari seni drama, nyanyian, dan tarian. Kombinasi ketiganya menjadi alasan tarian topeng sering dikataan sebagai tarian ini sering dipamerkan saat acara pernikahan hingga khitanan. Gerakannya yang luwes membuat tarian ini sangat enak dilihat. Apalagi alunan musiknya sangat cocok dikombinasikan dengan gerakan sang penari. Bahkan, tarian ini sudah dikenal hingga Betawi yang harus dilestarikan. Foto Rifkianto Nugroho2. Tari YapongTarian Yapong ini pertama kali diciptakan oleh Bagong Kusudiardjo pada tahun 1975. Tarian ini selalu ada dan tak pernah absen ketika peringatan ulang tahun kota Yapong, diambil dari bunyi lagu 'ya ya ya' yang dipadukan dengan suara suara musik 'pong pong pong' sehingga disebut dengan Yapong. Iringan musiknya dihasilkan dari Rebana Biang, Rebana Ketimpring, dan Rebana Tari Japin BetawiTari Japin atau Tari Zapin Betawi merupakan campuran dari tarian Melayu yang dipengaruhi oleh kebudayaan Arab. Kata Zapin dalam tarian ini berasal dari bahasa Arab yaitu Zafana yang artinya bertandak atau dari tarian Betawi ini tidak berpusat pada kepala tetapi langkahan kaki. Diiringi dengan musik vokal yang dibawakan oleh para penyanyi pria dan wanita untuk membawakan lagu penari japin pria biasanya memakai kopiah sebagai hiasan kepala, baju kampret, celana batik, sarung, dan Tari Sirih KuningTarian Betawi yang satu ini juga jadi salah satu tarian populer. Tarian ini umumya dibawakan secara berpasangan dengan iringan musik khas Betawi yaitu Gambang tari sirih kuning mengenakan kostum kebaya kurung dengan celana panjang berbahan sutera khas cina peranakan dengan warna Betawi yang bernilai seni tinggi. Foto Grandyos Zafna5. Tari CokekTari Cokek ini disebut sebagai tarian interaktif antara penari dan penonton. Sang penari membelitkan selendang ke penonton dan penonton pun dilarang menolak ajakan untuk menari sama dengan Tari Sirih Kuning, Tari Cokek juga diiringi dengan musik gambang Tari Renggong ManisTari Renggong manis termasuk salah satu tarian Betawi yang berasal dari budaya Arab, Cina Klasik, Betawi, dan India. Gerakan tari yang dinamis dan penuh keceriaan jadi alasan kenapa tarian ini selalu jadi media penyambutan tamu Tari Sembah NyaiTarian Betawi ini diiringi oleh alunan musik dari Gambang Kromong. Tari tradisional ini memiliki unsur Melayu pada gerakannya. Kostum berwarna putih dengan paduan kain dengan warna-warna cerah membuat tarian ini semakin ketujuh tarian tersebut, ada pula tarian ondel-ondel dari Betawi yang dilakukan untuk menyambut para tamu dan menambah semarak pesta-pesta rakyat. Simak Video "Kartini Kisam, Kisah Pelestari Tari Topeng Betawi" [GambasVideo 20detik] lus/nwy Tari ini termasuk salah satu tarian tradisional yang berasal dari perpaduan berbagai budaya, Arab, Cina Klasik, Betawi dan India. Informasi yang didapat, awalnya tarian ini hanya dipentaskan pada acara-acara resmi sebagai penyambut tamu undangan. Gerakan yang dinamis dan irama penuh kegembiraan dan keceriaan inilah yang membuat Tari Renggong Manis dijadikan tarian untuk penyambutan tamu. Jumlah pengunjung 269 Tarian Betawi – Walau dari sejarah dikatakan jika Suku Betawi bukan menjadi suku asli DKI Jakarta, akan tetapi adat istiadat dan juga kebudayaan suku Betawi sudah dikenal luas sejak dulu sebagai ikon kebudayaan kota Jakarta. Dari mulai gambang kromong, ondel ondel, kerak telor, bir pletok dan lain sebagainya merupakan beberapa contoh kebudayaan khas Betawi yang tidak kalah menarik dengan daerah lain di Indonesia. Dari sekian banyak budaya Betawi, tarian Betawi juga sangat menarik dan cukup beragam yang dalam kesempatan kali ini akan kami bahas secara lengkap. Daftar Nama Tarian BetawiTari Zapin BetawiTari YapongTari Topeng BetawiTari Sirih KuningTari Renggong ManisTari Lenggang NyaiTari CokekTari Ronggeng BlantekTari BlenggoTari Gitek BalenTari Kembang Lambang SariTari Nandak Ganjen Tari Zapin Betawi Tarian Betawi bernama tari zapin Betawi adalah campuran dari tarian Melayu dengan kebudayaan Arab. Kata Zapin diambil dari bahasa Arab yang berarti zafana atau menari. Tarian ini masuk dalam jenis tari pergaulan karena sudah diberikan improvisasi, spontanitas dan juga kostum yang tidak memiliki aturan terikat baik dalam segi koreografi, komposisi tarian dan juga musik pengiring. Ketika pertunjukan tari dilakukan, tidak terdapat jarak juga antara penari dengan penonton sehingga para penonton bisa bebas ikut menari bersama para penari. Tari Yapong Tarian adat Betawi bernama yapong merupakan jenis tarian kontemporer yang melambangkan pergaulan masyarakat dan sukacita. Tari ini biasanya dilakukan pada acara atau pesta rakyat DKI Jakarta. Dari sejarah, tarian Betawi ini ada sejak tahun 1977 ketika ulang tahun kota Jakarta yang ke-450. Pada saat itu, tema tentang perjuangan Pangeran Jayakarta diusung dan dipercayakan pada seniman besar Bagong Kussudiarjo untuk menyelenggarakan acara itu. Tari yapong mempertunjukkan adegan sendratari dimana para penari akan menari secara riang sambil menyambut kedatangan Pangeran Jayakarta. Nama yapong sendiri diambil dari lagu yang mengiringi penari yang terdengar seperti “ya, ya, ya” dan iringan musik yang terdengar seperti “pong, pong, pong”. Banyak orang yang menganggap tarian ini sangat menarik sehingga semakin dikenal sekarang ini. Tari Topeng Betawi Tari topeng merupakan tarian khas Betawi dengan menggunakan topeng sebagai ciri khasnya. Tarian ini merupakan perpaduan dari seni tari, musik dan juga nyanyian. Sama seperti pertunjukan teater, para penari nantinya akan menari diiringi dengan musik dan juga nyanyian yang bersifat teatrikal dan komunitatif dari gerakannya. Dalam pementasannya, tarian Betawi ini akan diawali dengan lagu dan musik pengiring yang kemudian akan dilanjutkan dengan penari mulai keluar sambil menari menggunakan topeng. Untuk gerakannya sendiri tergantung dari tema yang sangat bervariasi seperti kritik sosial, cerita legenda, kehidupan masyarakat dan juga cerita lainnya. Tari topeng Betawi ini selalu menyampaikan pesan lewat gerakan para penari yang sangat menghibur untuk dilihat. Tari Sirih Kuning Tarian daerah Betawi bernama tari sirih kuning dilakukan secara berpasangan dan diiringi musik khas Betawi yaitu Gambang Kromong. Tarian Betawi ini umumnya dilangsungkan ketika menyambut atau memeriahkan acara dan menjadi tarian kembangan dari tari cokek yakni tari tradisional adat Betawi dan banyak berkembang di daerah Tangerang. Tari sirih kuning ini juga biasa dipakai sebagai pengiring pengantin Betawi ketika masuk ke pelaminan dengan proses penyerahan sirih dare dari mempelai pria pada pengantin wanita. Tari ini juga sering dipertunjukkan pada acara kehormatan para tamu atau penyambutan. Tari Renggong Manis Tari renggong manis merupakan tarian suku Betawi yang merupakan perpaduan dari persilangan budaya. Tari ini menceritakan tentang ungkapan bahagia serta kebersamaan remaja putri dari kombinasi budaya Betawi, Arab, Cina Klasik dan India. Tarian Betawi ini umumnya dilakukan pada acara yang bersifat resmi seperti penyambutan para tamu. Kebahagiaan dari tuan rumah atas datangnya para tamu akan diperlihatkan lewat tari renggong manis tersebut. Tari Lenggang Nyai Pada awalnya, tarian Betawi ini diambil dari kisah gadis cantik asal Betawi bernama Nyai Dasimah yang sedang bingung dengan dua pilihan pasangan hidup yakni pria Belanda dan juga pria Indonesia. Ia kemudian menjadi istri pria berkebangsaan Belanda bernama Edward William dan merasa terkekang dengan aturan sang suami. Nyai Dasima kemudian menjadikan alasan ini untuk memberontak karena kesewenangan yang terjadi pada dirinya. Perjuangan atas hak perempuan tersebut kemudian menginspirasi Wiwiek Widiastuti untuk mengenang perjuangan Nyai Dasima dalam tari lenggang nyai tersebut. Dalam tarian ini terlihat sangat lincah sebagai kekhasan masyarakat Betawi dan sering terlihat bergerak dari satu sisi ke sisi lainnya. Tari lenggang nyai ini juga menggambarkan keceriaan dan keluwesan seorang gadis muda asal Betawi yang sangat indah untuk disaksikan. Tari Cokek Tari cokek merupakan tarian adat Betawi yang bisa sering dilihat di daerah Tangerang. Tarian ini merupakan perpaduan dari budaya Betawi, Banten dan juga Cina yang sudah ada sejak abad ke-19 di daerah Teluknaga, Tangerang dari seorang saudagar Cina bernama Tan Sio Kek. Tari ini dimainkan oleh 3 penari perempuan namun untuk sekarang bisa dilakukan hingga 5 penari perempuan dan beberapa pria sebagai pemain musik untuk mengiringi tarian cokek tersebut. Selendang nantinya akan terikat di pinggang para penari yang menjadi ornamen utama penari berpadu dengan kebaya warna terang dan selendang tersebut bernama cokek. Tarian ini jika dilihat hampir sama dengan tari sintren asal Cirebon atau tari ronggeng dari Jawa Tengah karena penari bisa mengajak para penonton ikut menari bersama. Namun yang membuat tari cokek ini menarik adalah karena iringan musik Gambang Kromong tersebut. Tari Ronggeng Blantek Tari ronggeng blantek merupakan jenis tarian khas Betawi yang sudah ada sejak zaman penjajahan Belanda yang dulunya dipertunjukkan sebagai pembuka Topeng Blantek. Sedangkan topeng blantek sendiri merupakan pertunjukkan teater rakyat yang dilakukan untuk menghibur tuan tanah pada saat itu. Tarian ini menceritakan tentang kehidupan masyarakat Betawi yang dikemas bersama lawak. Jika dulu tarian ronggeng blantek ini dipertunjukkan sebagai pembuka topeng blantek, namun kini sudah menjadi pelengkap dari pertunjukan Jipeng. Tari Blenggo Tari blenggo merupakan tarian suku Betawi yang menggunakan gerakan silat sebagai gerakan dasar dari tarian seperti tari samra. Tarian Betawi ini mengutamakan keindahan gerak yang sekarang terbagi menjadi dua jenis berdasarkan irama musik pengiring yakn Tari Blenggo Ajeng yang diiringi dengan musik hampir sama dengan gamelan Bali dan juga Tari Blenggo Rebana yang diiringi dengan alunan musik rebana biang. Tari blenggo ini umumnya akan dibawakan para penari di tengah para pemain musik. Sedangkan gerakannya merupakan perpaduan dari tari dan silat sehingga akan terlihat banyak gerakan seperti membungkuk dan gerakan melangkah dan para penari dituntut untuk bisa melakukan jurus jurus dalam silat. Para penari sendiri biasanya dilakukan para pria berpakaian serba hitam seperti pemain pencak silat yang diiringi dengan lagu rebana biang yang disebut dengan belenggo rebana. Sedangkan tari blenggo yang diiringi gamelan ajeng disebut dengan blenggo ajeng. Tari Gitek Balen Tari gitek balen menceritakan tentang ekspresi diri para remaja perempuan yang sedang beranjak dewasa. Gerakan dalam tarian Betawi ini terlihat sangat dinamis yang sesuai dengan kelincahan gerak para gadis ketika masuk ke masa pubertas sehingga terlihat sangat gembira. Tari Kembang Lambang Sari Tari Kembang Lambang Sari merupakan jenis tari yang terinspirasi dari kisah Bapak Jantuk Teater Topeng Betawi. Dalam kisah Bapak Jantuk tersebut memperlihatkan bentuk ekspresi kegembiraan dari orang tua ketika mengasuh anak anaknya dan diwujudkan dalam bentuk tari ini. Tari Nandak Ganjen Tari nandak ganjen adalah tarian dari Betawi yang terdiri dari dua kata yakni Nandak dan Ganjen. Nandak mengartikan menari dan Ganjen mengartikan genit. Tarian ini menceritakan tentang gambaran kelincahan dan kegenitan remaja yang sedang beranjak dewasa dengan ekspresi ceria, bebas dan juga gembira. ï»żKeunikan gerak tari tradisional di Indonesia memang tidak ada habisnya. Hal tersebut karena negeri ini terdiri dari banyak suku, adat, dan etnis yang sangat kaya. Berbagai keunikan gerak tari tradisional tersebut berbeda berdasarkan adat dan kebudayaan setempat. Perbedaan tersebut dipicu dari masing-masing wilayah geografis, interaksi budaya, serta faktor-faktor antarruang lainnya. Beberapa contoh dari berbagai keunikan gerak tari tradisional di Indonesia dapat kita amati pada tabel di bawah ini. No. Nama dan Asal Tari Tradisional Deskripsi Keunikan Gerak Tari Tradisional 1. Tari Kecak dari Bali Tari bali menggerakan bola matanya ke kanan ke kiri secara cepat, ekspresi tari dapat terwakili melalui gerakan mata tersebut. 2. Tari Gendhing Sriwijaya dari Sumatera Selatan Keunikan dan kekhasan gerakan lentikan jari-jari tangan merupakan kekuatan utama dari Taian ini. 3. Tarian Pagelu dari Sulawesi Selatan Memiliki ciri khas gerak dengan kaki yang tertahan pada lantai. 4. Tari Jawa gaya Surakarta maupun Yogyakarta Bentuk-bentuk jari tangan digerakkan sedemikian rupa agar dapat mencirikan dan membentuk karakter tari. Misalnya karakter gagah atau justru karakter yang lembut. 5. Tari Tradisi dari Papua Kaki penari cenderung bergerak secara ritmis dan sangat dinamis. 6. Tarian suku Dayak dari Kalimantan Memiliki gerak unik yang menyelipkan bulu burung enggang yang diselipkan di jari-jari tangannya. Sebetulnya apa yang membuat suatu gerak tari menjadi unik? Motif gerak merupakan salah satu keunikan pada tari. Apa itu motif gerak? Motif gerak adalah satuan pola atau corak terkecil pada tari yang di dalamnya terdapat kapabilitas untuk dikembangkan lebih lanjut menjadi ragam gerak tertentu atau bahkan wujud utama dari gerak tari itu sendiri. Motif gerak ini dapat dilihat pada gerak tangan, gerak kaki, gerak kepala, atau gerak anggota tubuh lainnya. Contohnya adalah keunikan gerak kaki secara ritmis dan dinamis seperti pada tari daerah yang berasal dari Papua. Sementara itu tari daerah Sulawesi Selatan yakni Pagelu memiliki keunikan gerak dengan kaki yang tertahan pada lantai. Selain kaki, keunikan gerak pada mata dapat dijumpai pada tari Bali dengan gerakan bola mata ke kanan dan ke kiri secara cepat yang sangat mewakili ekspresi tar. Selanjutnya, keunikan motif gerak pada jari-jari tangan dapat dijumpai pada tari Gendhing Sriwijaya. Lentikan jari-jari tangan merupakan kekuatan utama dari tari Gendhing Sriwijaya. Pada tari Minang juga dapat dijumpai keunikan gerakan tangan yang kuat, terkadang mengalun tetapi terkadang patah-patah. Motif gerak Minang banyak dipengaruhi oleh motif gerak pencak silat. Keunikan gerak pada tangan juga dapat ditemukan pada tari Jawa gaya Surakarta maupun Yogyakarta. Bentuk-bentuk jari tangan mencirikan karakter tari misalnya karakter gagah atau halus. Keunikan pada gerak jari tangan juga dijumpai pada tarian Dayak melalui bulu-bulu burung enggang yang diselipkan pada jari-jari tangan. Selain motif, keunikan gerak juga dapat dilihat dari ragam. Ragam gerak adalah kumpulan dari beberapa motif. Pada ragam ”meniti batang” pada tari melayu misalnya, ada koordinasi antara motif gerak kaki, tangan, dan juga badan. Setiap tari tradisional di Indonesia maupun mancanegara memiliki keunikan motif dan ragam gerak yang menjadi ciri khas untuk tarian tersebut. Namun demikian, melakukan ragam gerak tradisional haruslah sesuai dengan kaidah yang berlaku dan sesuai tarian berasal. Untuk itu, kita juga harus mempelajari seperti apa jenis penyajian tradisi yang biasa dilakukan agar memahami dengan baik kaidah suatu tarian dengan lebih baik. Jenis Penyajian Tari Tradisi Jenis penyajian atau pertunjukan tari tradisi dilihat dari cara penyajiannya dapat dibedakan menjadi tari tunggal, tari berpasangan, tari berkelompok, dramatari, dan tari bertema Tim Kemdikbud, 2017, hlm. 63. 1. Tari Tunggal Tari tunggal adalah tarian yang memang dibawakan hanya oleh satu orang saja. Contoh tari tradisi yang disajikan secara tunggal adalah tari Topeng Ronggeng dari Betawi. 2. Tari Berpasangan Tari berpasangan adalah tarian yang dilakukan oleh dua orang, baik laki-laki dengan laki-laki, perempuan dengan perempuan, maupun laki-laki dengan perempuan. Tentunya tari berpasangan akan mengharuskan kita untuk memperhatikan prinsip lain di luar prinsip tari itu sendiri karena melibatkan lebih dari satu orang. Menurut Tim Kemdikbud 2017, hlm. 73 Prinsip pada tari berpasangan antara lain adalah sebagai berikut adanya gerakan saling mengisi, adanya gerakan saling interaksi, dan merupakan kesatuan utuh yang tidak dapat dipisahkan dalam penyajian. Contoh tari tradisi yang dilakukan secara adalah tari Payung dari Sumatra Barat yang diciptakan oleh Huriah Adam. 3. Tarian Berkelompok Tari berkelompok adalah tarian yang dilakukan oleh laki-laki, perempuan, atau campuran antara laki-laki dengan perempuan. Tarian berkelompok ini sering dijumpai pada panggung-panggung pagelaran atau pertunjukan tari. Contoh tari berkelompok misalnya tari Cente Manis dari Betawi, Burung Enggang dari Kalimantan, Tifa dari Papau, Yosim Pancer dari Papua, dan tari Belibis dari Bali. 4. Dramatari Drama tari adalah bentuk penyajian tari yang memiliki desain dramatik. Ada dua desain dramatik yaitu kerucut tunggal dan kerucut ganda. Desain dramatik kerucut tunggal artinya dalam satu pertunjukan tari hanya ada titik klimaks kemudian menurun. Desain dramatik kerucut ganda adalah pertunjukan dramatari yang memiliki beberapa klimaks sebelum akhirnya turun. Contoh paling terkenal dari dramatari adalah cerita Matah Ati yang bersumber pada gerak tari gaya Mangkunegaran. Dramatari Matah Ati merupakan bentuk tradisi yang bersumber pada tari tradisi Jawa Tengah. Pada peragaan dramatari selain menguasai aspek gerak kita juga harus mampu menguasai aspek lain seperti aspek ekspresi. Untuk mendukung cerita kita harus mampu menerjemahkan naskah lakon drama menjadi gerak tari. Kemampuan menyanyi juga diperlukan untuk tokoh-tokoh tertentu, karena dalam dramatari, dialog biasanya dilakukan dengan cara menyanyi. Jika pementasan drama lebih menekankan pada aspek dialog atau monolog, maka dibutuhkan aspek penting lainnya, yakni bahasa gerak. Penari harus mampu menyampaikan makna atau pesan yang ingin disampaikan oleh dialog atau monolog melalui gerak tari dan ekspresi. Tari bertema dapat dijumpai hampir disemua jenis penyajian tari, baik tari tunggal, tari berpasangan, tari berkelompok maupun tari bercerita. Tema pada tari adalah ide yang kemudian diwujudkan dalam bentuk judul tari dan pada akhirnya diekspresikan atau disampaikan melalui gerak. Unsur Pendukung Tari Penyajian tari tradisi baik dalam bentuk tunggal, berpasangan, berkelompok maupun drama tari memerlukan unsur pendukung tari antara lain tata rias dan tata busana. Tata rias dan tata busana memiliki peran penting pada pementasan untuk mendukung karakter tari yang hendak disampaikan atau dipertunjukkan. Misalnya, pada dramatari unsur pendukung tari dalam bentuk tata rias dan tata busana memiliki peran penting karena dapat menunjukkan tokoh dan karakter dapat divisualisasikan. Setiap tokoh memiliki keunikan dan kekhasan dari tata rias dan tata busananya. Tari-tarian tradisi di Indonesia duga tidak lepas dari keunikan unsur pendukungnya. Tari Indonesia memiliki kekayaan keunikan tata rias dan tata busana karena setiap daerah memiliki ciri khas masing-masing. Keunikan tersebut membuat kita dapat menebak dari mana tari itu berasal berdasarkan tata rias dan tata busananya saja. Setiap tari yang berbeda akan memiliki tata rias dan tata busana tersendiri. Tata rias dan tata busana juga berkaitan dengan tema tari dan karakter tari yang dibawakan. Selain itu, tata rias dan tata busana untuk penari pria berbeda dengan penari wanita. Perbedaan tersebut juga berlaku untuk semua jenis tari yang berbeda. Tata rias dan tata busana tari tradisi biasanya masih tetap berpijak pada tata rias dan tata busana tradisional. Oleh karena itu, tata busana yang digunakan juga akan mengikuti tradisi atau budaya setempat. Hal tersebut dilakukan untuk menunjukkan identitas pengembangan gerak yang dilakukan sesuai dengan daerahnya. Melalui tata rias dan tata busana yang dikenakan oleh para penanti, penonton akan mengetahui dari daerah mana gerak tari tradisi itu dikembangkan. Berlatih Meragakan Gerak Tari Tradisi dengan Hitungan Berikut adalah beberapa gerak tradisi yang telah dikembangkan atau disesuaikan untuk latihan. Berlatihlah dengan melakukan seperti pada gambar yang dilengkapi instruksi lebih lanjut di bawah ini. Gunakan hitungan untuk mengiringi, namun Jika telah mampu melakukan dengan hitungan dapat dicoba menggunakan musik iringan pula. Berlatih Meragakan Gerak Tari Tradisi dengan Iringan Berikut adalah beberapa ragam gerak tari tradisi yang dapat dilakukan dengan menggunakan iringan musik. Referensi Tim Kemdikbud. 2017. Seni Budaya VIII. Jakarta Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Balitbang, Kemendikbud. â€ș Tanah Betawi tumbuh dan berkembang dengan beragam akulturasi kebudayaan, makanan, seni hingga tradisi dan ritual masyarakatnya. Peradaban dan modernitas yang terus berjalan membuat kesenian tradisi menjadi terpinggirkan. KOMPAS/TOTOK WIJAYANTOWarga berfoto di depan patung ondel-ondel yang dipasang di kawasan Pancoran Glodok, Tamansari, Jakarta Barat, tempat berlangsungnya Festival Pecinan 2019, Selasa 19/2/2019. Festival yang akan berlangsung hingga Rabu 20/2/2019 ini diisi dengan berbagai atraksi kesenian daerah, baik Betawi maupun catatan sejarah menunjukkan bahwa pada abad ke-2 telah ada masyarakat menghuni di sekitar sungai Ciliwung yang disebut sebagai Proto Melayu. Dari kawasan ini pula, perkembangan kota Batavia memberikan banyak kontribusi pada etnis yang tumbuh di kota perdagangan, Batavia banyak disinggahi kapal saudagar dari Cina, Persia, Portugis, dan Belanda. Seiring berjalannya waktu, kebudayaan berbagai etnik saling mempengaruhi hingga terjalin akulturasi budaya. Ketika terjadi pemberontakan Cina di Batavia tahun 1740, sebagian besar orang Cina lari ke wilayah Tangerang dan Bekasi. Bersamaan dengan itu, dunia kesenian juga tumbuh dengan ditandai kesenian Gambang Keromong yang mulai berkembang di Keromong semula berselendro China, lambat laun memasukkan unsur slendro Jawa, Sunda dan Deli kemudian masuk unsur Portugis dan Timur Tengah, dan seiring berjalan waktu akhirnya menjadi musik Gambang Kromong ini menjadi saksi perjalanan sejarah Peranakan Cina dan akulturasi beragam budaya di tanah Betawi. Kesenian Gambang Keromong juga berperan dalam pertunjukan Lenong, seperti misalnya pada teater China dan Tarian catatan Kompas, akulturasi budaya Betawi tergambar jelas pada busana pengantin Betawi yang mendapat pengaruh dari kebudayaan Arab Yaman Selatan, Hadramaut dan China Hokian. Awalnya jubah pengantin pria bersulam naga dan asesori khas China, sementara pengantin perempuan hanya sedikit berbeda dengan pengantin China asli yaitu hilangnya sulaman bergambar delapan dewa di mahkota Kompas, 1 Desember 2009, "Gambang Kromong Teluk Naga".Di Indonesia, Gambang Keromong pernah populer pada tahun 1960-an oleh Lilis Suryani. Selanjutnya, pada tahun 1970-an, Benyamin Sueb berduet dengan Ida Royani yang membuat Gambang Keromong semakin familiar bagi masyarakat Betawi saat dari dialek bahasanya, Betawi dikategorikan dalam dua wilayah, yaitu Betawi Tengah dan Betawi Pinggir. Dari sisi kesenian pun berbeda, Betawi Pinggir lebih banyak menghasilkan kesenian musik seperti Gambang Keromong, Tanjidor, dan Lenong yang dahulunya dipengaruhi oleh kaum Peranakan Tionghoa. Bahkan, Ondel-ondel berasal dari budaya agraris yang banyak terdapat di Betawi Betawi Tengah lebih dekat dengan seni ke-Islaman seperti Samrahan, Rebana, dan Hadrah yang banyak dipengaruhi oleh kebudayaan Timur Tengah. Namun, untuk wilayah Glodok dengan mayoritas warga keturunan Tionghoa, kesenian Gambang Keromong dan Tari Cokek lebih SOEKIRNOSalah satu kesenian tradisional, gambang keromong masih disukai pengunjung Festival Cisadane 2005. Dalam keseharian jenis kesenian ini biasa mengiringi penyanyi cokek yang membawakan lagu berbahasa China dan Betawi 16/6/2005.Tari CokekDalam pemberitaan Kompas 2 Juli 1999 berjudul “Cokek, Tradisi Lokal yang Terpinggirkan” disebutkan asal mula tari Cokek memiliki berbagai pertama mengatakan tari Cokek bermula pada masa para tuan tanah menguasai Batavia pada abad ke 19, khususnya di daerah Kota atau Beos. Para tuan tanah Cina yang sangat kaya raya seringkali membutuhkan hiburan sehingga membuat pesta setiap malam Minggu. Pesta yang hanya dihadiri oleh orang Belanda dan Cina kaya itu biasanya dimeriahkan dengan musik Gambang Keromong. Di sanalah para “pembantu” dengan ketrampilan menari dan menyanyi memeriahkan acara sambil melayani tamu laki-laki yang dikenal dengan penari kedua menyebutkan Cokek berasal dari Teluk Naga di Tangerang yang dikuasai oleh tuan tanah bernama Tan Sio Kek. Ia memiliki group musik dan alat musiknya bertambah ketika kedatangan tamu dari Cina daratan yang membawa te-hi-ang, su-kong dan khong-a-yan. Sejak itu ia memiliki instrumen lengkap Gambang Keromong yang sering dimainkan dengan perempuan penari yang disebut cokek, anak buah Tan Sio penari Cokek mengajak menonton ikut menari dengan melemparkan Cukin selendang pada penonton. Kegiatan itu biasa disebut ngibing, yaitu penonton biasanya laki-laki akan ikut menari bersama penari dan memberikan uang atau saweran. Kebersamaan antara penari dan penonton ini merupakan sebuah kebiasaan yang menarik bagi yang dikenakan penari Cokek, yaitu kebaya dengan kain batik serta selendang yang berfungsi sebagai cukin, dalam tarian Jawa biasa disebut melempar sampur. Gambang Kromong mengiringi Tarian Cokek dengan lagu yang biasa dibawakan, yaitu Gelatik Nguk-nguk, Cente Manis, dan Stambul Cokek yang sudah terlanjur dikenal sebagai tari pergaulan, sarat dengan erotisme karena gerakan yang mudah dan cenderung menampilkan gerakan erotis. Kehadiran laki-laki yang ikut ngibing dan memberi saweran dengan cara menyelipkan uang di balik kebaya penari membuatnya bernuansa mesum. Bahkan, konon penari cokek juga bisa diajak berhubungan seks yang memberikan kesan berelasi dengan prostitusi, ditambah lagi dengan suasana hiburan yang lekat dengan rokok dan minuman itu membuat prihatin pegiat seni peranakan Tionghoa. Pada 1980 ada upaya gerakan untuk mencoba mengembalikan marwah Tari Cokek. Konon pada abad 17 telah ada tari Sipatmo atau Shiu Pat Mo sebagai tarian agung yang biasa dibawakan untuk upacara adat di klenteng untuk menutup Cap Go Meh di hari 15 Imlek. Namun, hilang bersamaan dengan makin meluasnya tari tahun 1980-an seorang pegiat tari Memeh Kerawang atau Tan Gwat Nio menghidupkan kembali tari Sipatmo. Namun sayangnya, Memeh wafat tahun 1988 yang berimbas seni tari Sipatmo meredup. Tari Sipatmo sempat dibangkitkan oleh keturunan Memeh Kerawang dengan tampil dalam Parade Tari di Bali tahun 2014, bahkan mendapatkan juara tari Sipatmo dalam arena tari tersebut karena kepedulian masyarakat Cina Benteng yang didukung oleh Dinas Kesenian Jakarta. Untuk mendukung pariwisata dan ekonomi lokal, tari Cokek Sipatmo dihidupkan kembali dengan menggerakkan perempuan Cina Benteng sebagai seni budaya Kota pemberdayaan kesenian Cina Benteng di dukung oleh LSM Pusat Pengembangan Sumber Daya Wanita PPSW Jakarta yang memberikan pelatihan menari Sipatmo pada perempuan pengurus KWPS Lentera Benteng Jaya dan sejumlah siswa SMP Gracia kota Tangerang tahun Cokek Sipatmo dikreasi sebagai tarian agung yang dipersembahkan pada upacara khusus di klenteng atau perayaan Cap Go Meh. Gerakannya, yaitu gerak soja, nindak lenggang, geser kanan kiri, ngawen, nindak lenggang, ngawun, nindak lenggang, pelipis, japing, nindak lenggang, nindak empat, geser kanan kiri, sliwang, nindak lengang, glatik nguk nguk, tumpang depan, tumpang belakang dan soja akhir. Gerakan-gerakan tersebut terselip nilai filosofi, yaitu menjaga kesucian sembilan lubang; yaitu hati, ampun pada sang pencipta, menjaga pikiran, menjaga telinga, menjaga mata, menjaga hidung, menjaga mulut, menjaga kemaluan dan menjaga HILMI FAIQTari sipatmo hasil kreasi baru ditampilkan di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki, Jakarta 12/9/2014. Tari sipatmo semakin ditinggalkan seiring berkembangnya budaya KeromongPada abad 18 pemimpin Tionghoa, yaitu Kapten Noe Hoe Kong menggabungkan alat musik khas China yang populer pada tahun 1930-an di kalangan peranakan Tionghoa yang saat ini dikenal dengan nama Cina tradisional itu berfungsi menyemarakkan upacara adat dalam lingkaran hidup seseorang seperti perkawinan, nazar, sunatan dan juga mengiringi Tarian Cokek atau Lenong. Hingga saat ini, warga Cina Benteng masih menggunakan Gambang Keromong dalam upacara penikahan. Lambat laun orkes Gambang Keromong makin terkenal hingga Tangerang, Bekasi dan bagian utara kota Bogor ataupun kawasan yang dikenal merupakan area budaya musik Gambang Kromong berawal dari tiga alat gesek khas Cina, yaitu Tehyan, Kongahyan dan Shukong yang terbuat dari bambu, tetapi kemudian berganti dengan batok kelapa agar suara geseknya lebih keras. Kemudian mendapat pengaruh Jawa dan Bali dengan 10 buah kromong atau kenong yang terbuat dari perunggu atau besi, serta kecrek, kenong dan 18 bilah kayu Gambang Keromong biasanya bersifat humor, gembira dan terkadang ejekan atau sindiran dan tidak seperti lagu pobin yang tenang, hingga lagu pobin jarang dimainkan. Lagu klasik Betawi yang biasanya diiringin Gambang Keromong, antara lain, “Mas Nona”, Gula Lanting”, “Semar Gurem”, “Tanjung Burung”, “Mawar Tumpah”, dan “Sayur Asem”. Lagu pop Betawi sayur antara lain “Jali-jali”, “Stambul”, “Surilang”, “Persi”, “Akang Haji”, “Kramat Karem”, “Lenggang Kangkung”, dan “Sirih Kuning”. Mulanya Gambang Keromong hanya menggunakan Kongahyan, Tehyan dan sukong yang merupakan adaptasi dari alat musik gesek asli Cina yang disebut Erhu. Setelah itu berkembang menggunakan basing/suling yang dimainkan bersama gambang, gendang, kecrek dan instrumen pukul tradisional yang terdiri dari bilah 18 buah dengan berbagai ukuran yang mirip seperti xilofon yang dipadang dalam resonator yang berbentuk seperti perahu. Alat ini dimainkan dengan cara dipukul dan memiliki tiga oktaf, nada terendah adalah nada Liuh g dan nada tertinggi adalah Siang c.Kongahyan, Tehyah dan ShukongKongahyan, Tehyan dan Shukong adalah alat musik gesek dengan dua dawai. Ketiganya terdiri atas resonator badan dari tempurung kelapa yang dibelah dan dilapisi kulit tipis. Dengan tiang kayu jati berbentuk bulat panjang dan purilan atau alat penegang adalah instrumen logam yang berbentuk mirip Bonang perangkat musik Jawa. Keromong terdiri dari 10 buah dalam 2 baris ini mempunyai nada Tionghoa. Pada bagian luar keromong terdiri dari nada Siangc, Liuh a, U g, Kong e, Che d yang ditabuh/dipukul secara bersamaan antara barisan luar dan dalam, seperti 1-8 satu dengan delapan 2-10, 3-9, 4-7, dan dan Kempul Alat musik ini terbuat dari kuningan atau perunggu berbentuk seperti lingkaran dengan bagian tengah yang menonjol. Diletakkan dengan posisi menggantung dan saling berhadapan. Gong berfungsi sebagai penentu irama dasar berukuran 85 cm, sementara Kempul memiliki ukuran 45 cm berfungsi sebagai pembatas ritme melodi. Oleh karena itu gong dan kempul berfungsi sebagai hitungan ini terbuat dari bambu kecil terbentuk berbentuk panjang dengan enam buah lubang nada yang dapat dimainkan secara horisontal atau sejajar dengan musik perkusi terbuat dari kepingan logam tipis berbahan besi kuningan, perunggu, besi sebanyak dua hingga empat yang diikat/disusun di atas kayu. Instrumen ini dimainkan dengan cara memukul tongkat pendek dari kayu di tas kepingan yang tersusun tersebut. Instrumen ini berfungsi sebagai penghias irama lagu gambang musik pukul yang terbuat dari kayu slinder dengan ronggo. Pada lubang di kedua sisi ditutup menggunakan kulit yang tidak sama besarnya. Dimainkan dengan cara ditepuk menggunakan sio-loAlat musik ini berbentuk dua piringan logam perunggu atau kuningan berdiameter 10 cm yang ditempelkan pada sebuah kayu di kedua sisinya. Cara memainkan Ningnong adalah dengan menggunakan tongkat besi kecil secara bergantian di kedua SANTOSA"Ngibing" atau bertandak bersama cokek diiringi musik gambang kromong menjadi tradisi khas masyarakat China Benteng di sekitar Tangerang, Provinsi Banten 8/4/2007. Ngibing atau bertandak bersama Cokek diiringi musik Gambang Kromong menjadi tradisi khas masyarakat Tionghoa Benteng di sekitar Tangerang, Provinsi Banten. Acara ini merupakan pertemuan budaya Tionghoa Peranakan dan Betawi yang sudah hidup berabad MarawisHajir Marawis adalah kesenian yang berasal dari Timur Tengah dengan unsur kental keagamaan karena lirik lagu yang dibawakan berupa pujian-pujian pada sang Pencipta. Alat musik adalah Hajir gendang besar diameter lebar 45 sentimeter dan tinggi 60-70 sentimeter. Marawis gendang kecil diameter lebar 20 sentimeter dan tinggi 19 sentimeter, Rumbuk berbentuk seperti dandang serta dua potong kayu bulat diameter 10 Marawis memiliki tiga nada berbeda untuk lagu yang berbeda pula, untuk irama yang menghentak dan membangkitkan semangat maka nada Sarah dan Zaife yang digunakan. Sedangkan nada Zaife sering digunakan untuk lagu pujian pada Rasulullah atau Nabi Muhammad dalam bentuk sholawat Nabi, dengan tempo lambat terkadang digunakan untuk lagu-lagu ini biasanya dimainkan oleh 10 orang, setiap orang memainkan satu alat musik sambil bernyanyi dan seluruh pemainnya laki-laki, biasanya tampil pada acara pernikahan atau hari raya perayaan tertentu. Hajir Marawis hidup dan tampil dalam komunitas Betawi keturunan Arab Kompas, 11 Desember 2002, "Lebaran di Condet Bersama Hajir Marawis".KOMPAS/IRENE SARWINDANINGRUMPenjual alat musik tradisional Betawi yang disebut Tehyan, terlihat di salah satu sudut di Festival Palang Pintu XI di Jalan Kemang Raya, Jakarta Selatan, Sabtu 28/5. Selain musik tradisional Betawi Gambang Kromong, festival ini dimeriahkan berbagai penampilan seni budaya Betawi lainnya seperti ondel-ondel, palang pintu, tarian, dan adalah seni musik dengan alat musik yang dipegang dan dibunyikan dengan cara ditepuk jari. Ada tiga jenisnya, yaitu Biang, Hadroh dan Ketipring. Rebana biang adalah satu set rebana yang terdiri dari tiga buah rebana yang paling besar disebut Biang dengan diameter 60-80 cm, lalu ada Kotek yang berukuran 60 cm, dan yang paling kecil disebut Kendang dengan diameter 30 dimainkan, mereka memiliki fungsi yang berbeda, yang paling besar berfungsi seperti gong lalu gendang dipukul pukulan Gong. Sementara, rebana Biang yang paling besar berfungsi seperti gong, kemudian Kendang dipukul atau ditepuk secara rutin sedangkan Kotek untuk improvisasi dan dimainkan oleh orang yang Hadro berukuran 25-35 cm terbuat dari kayu terdapat tiga pasang lingkaran yang berfungsi sebagai kecrek, dalam permainan rebana Hadro berfungsi sebagai Ketimpring adalah rebana paling kecil dengan ukuran 20-25 cm yang terdiri dari tiga buah, yaitu rebana tiga, rebana empat dan rebana lima. Rebana Hadro atau rebana lima berfungsi sebagai pemberi musik yang berasal dari Timur Tengah ini erat dengan seni acara keagamaan Islam, misalnya saja perayaan Maulid Nabi Muhammad atau saat acara penutupan pengajian menjelang Ramadhan. Oleh karena itu, kesenian Rebana menjadi bagian dari hiburan dan perayaan di dalam kelompok pengajian atau Majlis Taklim dan hidup di dalam ini tidak menjadi kesenian hiburan seperti Gambang Keromong, Tari Cokek, Tanjidor ataupun Lenong, tetapi hidup dalam komunitas ke-Islaman seperti pesantren dan Majlis Taklim. Rebana masih tetap dimainkan oleh kelompok sendiri bukan untuk tujuan komersial melainkan hiburan kesenian merupakan permainan dari sembilan alat musik, seperti trompet piston, trompet trombon, trompet bas, trompet tenor, simbal, suling klarinet dan panil. Menurut Kamus Ensiklopedia Indonesia terbitan Ichtiar Baru tahun 1984, Tanjidor berasal dari bahasa Portugis tangedor, yaitu kelompok musik berdawai. Group musik ini biasanya tampil pada acara pesta pernikahan ataupun hajatan sunatan, atau acara hadir pada abad ke-20, ketika tuan tanah yang memiliki para budak ingin mendapatkan hiburan tetapi tidak mampu mendatangkan musik dari Eropa karena sangat mahal biayanya. Sehingga mereka meminta para budak untuk memainkan alat musik tersebut hingga masa perbudakan lagu yang biasa dimainkan adalah Poho Ke Balik, Ketepang Sono, Jali-Jali, Stambul, Gaplek, Kembang Kacang, Persi sampai lagu arakan Mars Jalan. Jika dahulu tanjidor sering dipanggil untuk mengisi hajatan, tetapi lambat laun semakin ditinggalkan oleh masyarakatnya, karena lebih tertarik dengan dangdut atau lagu-lagu bertahan menyambung hidup para pemainnya banyak yang menjadi buruh kasar dan tetap bermain tanjidor jika ada panggilan. Namun, untuk yang tidak laku lagi, mereka akhirnya menjadi pengamen jalanan, khususnya pada 15 hari pertama yang terjadi pada Kelompok Tanjidor Kampung Pulo, Tambun yang sudah tidak lagi diundang masyarakat. Sejak tahun 1977, mereka mengamen di beberapa wilayah di Jakarta terutama di wilayah yang banyak warga Tionghoanya Kompas, 23 Februari 1999, "Tanjidor Rezeki Setahun Sekali".Kelompok orkestra tersebut mengamen setahun sekali pada masa Imlek di kampung Pecinan kawasan Glodok hingga malam ke-5 Cap Go Meh. Padahal dahulu mereka pernah terkenal hingga ke “udik”, yaitu Parung Bogor, Setu, Ciketing, dan Bekasi. Dahulu, sekali pentas mereka bisa memperoleh Rp200, padahal satu gantang beras harganya 3,125 atau 2,5 rupiah saat halnya dengan kelompok tanjidor Tiga Saudara di wilayah Depok, harus menyesuaikan diri dengan perubahan, yaitu menambah seruling, gendang ataupun gong. Group ini memutuskan untuk menyesuaikan dengan selera generasi muda saat ini dengan menambah alat musik, membawa artis dangdut, dan pesinden lagu sunda. Sebelum bermain tanjidor dengan harapan semua acara berjalan lancar Kompas, 29 Maret 2006, "Saat Tanjidor Tidak Sekeren Ngeband".KOMPAS/LASTI KURNIASeni Tanjidor meramaikan suasana Lebaran Betawi yang digelar di Lapangan Perkampungan Industri Kecil PIK, Penggilingan Cakung, Jakarta, Sabtu 1/10/2011. Acara yang digelar Sabtu dan Minggu pada akhir pekan ini, menampilkan suasana perkampungan Betawi tempo dulu, ragam kesenian, dan masakan tradisional yang dibawakan oleh perwakilan seluruh kecamatan di Ibu Kota DKI PintuSeni Palang Pintu adalah pertunjukan khas yang hanya tampil pada acara pernikahan, di mana utusan pengantin laki-laki dan utusan pengantin perempuan saling berbalas diawali oleh utusan pria yang hendak meminang atau menikahi si gadis, lalu utusan pria akan menolak tetapi utusan pria bersikeras agar diterima. Di sinilah kedua utusan tesebut saling menunjukkan kelihaian mereka berbalas menarik dari Palang Pintu adalah dua utusan tersebut mengenakan busana tradisional Pangsi biasanya berwarna merah dan dilengkapi dengan group rebana dan sepasang kembang utusan wanita mau menerima biasanya diminta beberapa syarat yang harus disediakan seperti ayam dan sayuran. Maka pihak pengantin pria menyerahkan persyaratan tersebut, hal ini sebagai simbol bahwa pria memenuhi kebutuhan sehari-hari Kompas, 5 Juni 2011, "Budaya Betawi Seni untuk Membuka Palang Pintu"Ondel-ondelOndel-ondel adalah salah satu bukti peninggalan masyarakat agraris di tanah Jakarta yang dahulunya wilayah persawahan. Menurut kebudayaan Betawi, Ondel-ondel berasal dari Bebegig atau orang-orangan sawah yang biasa dipasang di tengah sawah untuk mengusir burung yang menggangu di musim panen raya, para petani dan masyarakat bergembira dengan menampilkan hiburan dan permainan. Salah satu kebiasaan mereka adalah membawa Bebegig berkeliling kampung beramai ramai dengan diiringi suara musik ramai. Dahulu sebelum membawa Bebegig atau Onde-ondel maka orang yang membawanya harus menjalani ritual agar dia kuat membawa Bebegig yang besar dan berat, tetapi kini ritual tersebut tidak dilakukan ada catatan khusus kapan Ondel-ondel hadir di masyarakat, tetapi seorang pedagang asal Inggris W. Scott menulis bahwa tahun 1605 di telah ditemukan boneka yang dipersonifikasikan sebagai leluhur penjaga kampung guna mengusir roh halus. Saat itu boneka tersebut memiliki wajah menyeramkan dan saat membuatnya memerlukan ritual A SETYAWANPekerja menyelesaian pembuatan boneka ondel-ondel di Rumah Produksi Ondel-Ondel, Situ Babakan, Jakarta, Minggu 19/9/2021. Penurunan PPKM dari level empat menjadi level tiga untuk DKI Jakarta turut mendongkrak penjualan ondel-ondel di kawasan wisata Situ Babakan setelah mengalami penurunan penjualan sejak pemberlakukan PPKM darurat hingga 75 peren. Meski tempat wisata itu masih tertutup untuk umum, namun banyak warga berbelanja souvenir di kawasan Ali Sadikin menjadi Gubernur DKI Jakarta menjadikan Ondel-ondel sebagai hiburan bagi masyarakat Betawi yang biasa hadir dalam hajatan atau pesta. Bahkan, pada tahun 1970 hingga akhir 1980-an, Ondel ondel menjadi permainan keliling kampung dan mendapat saweran dari warga sekitar. Ondel-ondel kemudian menjadi ikon Jakarta yang selalu ditampilkan pada acara perayaan Kota ondel-ondel terbuat dari bambu dan dibuat berongga agar orang bisa masuk ke dalamnya. Dengan tinggi kurang lebih 2,5 meter dan diameter rongga 80 cm, bagian kepala memiliki rambut ijuk dan hiasan kembang muka topeng bermata besar melotot, bahan pakaiannya 10 meter untuk laki-laki mengenakan model baju koko atau pakaian pangsi, dengan muka berwajah merah, kumis melintang, jenggot dan alis tebal serta cambang, biasanya bertaring. Ondel-ondel perempuan menggunakan baju kurung polos berwarna cerah atau berkebaya dan selendang, wajah putih atau kuning, memakai gincu merah, bulu mata lancip kadang memakai tahi tampil, Ondel-ondel dibawa sepasang laki-laki dan perempuan, biasanya yang memanggul adalah laki-laki sambil berkeliling dari kampung ke kampung. Biasanya diiringi seperangkat alat musik seperti gendang, terompet, kenong dan perkembangan kota, Ondel-ondel semakin eksis menjadi ikon Jakarta, bahkan ditampilkan dalam acara resmi, Tampilannya diubah lebih menarik, wajah mejadi lebih cerah dan tersenyum serta boneka laki-laki tidak lagi memakai taring Kompas, 30 Juni 2016, "Ondel-ondel dari Betawi".KOMPAS/WAWAN H PRABOWOPenyiar radio, Arya Iman Danusaputra atau yang akrab dipanggil Arya Tanjidor dan Fe Kusumawardhani atau biasa disapa Ipeh Yapong, menyapa para pendengar Bens Radio di studio Bens Radio, Jakagarsa, Jakarta Selatan, Kamis 9/6/2011. Bens Radio menjadi salah satu radio etnik yang dibangun untuk melestarikan dan mengembangkan potensi seni dan budaya masyarakat tradisi yang lahir dari akulturasi budaya dan tumbuh di masyarakat umumnya tergerus oleh modernitas. Waktu terus berjalan dan generasi terus berganti, sehingga masyarakat sebagai konsumen penikmat seni juga terus hari ini lebih menyukai Dangdut Campursari atau musik pop daripada Gambang Keromong atau Tanjidor, Tarian pergaulan Cokek berganti dengan Dangdut Koplo ataupun layar tradisi kini hanya tampil mengisi acara perayaan resmi pemerintah daerah, itu pun jika dipanggil. Baik penikmat dan pelaku seni tradisi juga terus menurun bahkan Tanjidor dan Gambang Keromong menjadi pemandangan langka di Jakarta. Hal ini bukan hanya terjadi di tanah Betawi, di wilayah lain di Jakarta seni tradisi sudah terganti dengan keyboard atau hiburan organ tunggal dengan lagu pop atau dangdut. LITBANG KOMPASReferensi

tari cente manis dari betawi